Model Pesawat Bermesin

Pengendalian pesawat model dengan tenaga engine sebenarnya hampir sama dengan model elektrik. Pesawat ini membutuhkan minimum 3 channel untuk pengendaliannya : Rudder (kemudi belok), Elevator (kemudi angkat) & Throttle (gas). Jika TX anda adalah tipe 4 channel atau lebih, maka saya menyarankan pengendalian dengan minimum 4 channel, seperti yang telah saya sebutkan diatas + Aileron (kemudi guling). Tipe pesawat yang sangat direkomendasikan untuk  aeromodeller pemula adalah pesawat "Trainer". Jenis pesawat ini sangat stabil untuk dikendalikan, pada saat seluruh stick transmitter dilepas, maka pesawat akan kembali ke "level-flight" & keuntungan-keuntungan lainnya, yang tentunya akan sangat membatu bagi rekan-rekan pemula aeromodeling. Besar kecilnya pesawat ditentukan oleh kapasitas mesinnya, yang terbagi menjadi beberapa kategori :

Sebagai penjelasan, angka 0.15 cu inch mereferensikan jumlah kapasitas yang digerakkan oleh piston melalui bagian dalam dari silinder enginenya. Saya menganjurkan untuk memulai menerbangkan pesawat dengan minimum 0.40 cu inch, karena pesawat ini tidak terlalu besar, dan juga tidak terlalu kecil, sehingga cukup stabil walaupun diterbangkan dalam kondisi cukup berangin (pengalaman pribadi dengan Super Frontier :-) Paling penting adalah untuk melatih reflex tangan dengan menggunakan RC-Simulator di komputer dahulu. Juga jika anda sudah cukup mahir menerbangkan pesawat elektrik, maka latihan di komputer tetap saya anjurkan, karena pengendaliaanya yang sedikit berbeda.

Peralatan Penunjang RC-Engine

Tidak seperti pada model electric flight, model engine membutuhkan beberapa peralatan extra. Mungkin harga keseluruhan peralatan tambahan ini akan sama dengan harga sebuah pesawat trainer, tapi alat2 tsb dapat terus digunakan, selama kita masih menerbangkan pesawat yang menggunakan tenaga engine. Adapun beberapa peralatan tambahan yang diperlukan adalah sbb :

Glow Plug Clip : Digunakan untuk memanaskan coil busi pada setiap start mesin. Karena alat ini menggunakan baterai Ni-Cd atau NiMH, maka kita juga perlu menyiapkan chargernya. Baterai yang digunakan biasanya berkapasitas cukup tinggi (>1A).

 

 

Electric Starter : Untuk memutar baling-baling pesawat pada saat start mesin. Sebenarnya dapat juga digunakan stik bambu, hanya akan sedikit lebih sulit. Sebagai catatan, mesin akan lebih mudah untuk di "start" jika sedikit bahan bakar sudah masuk ke dalam silinder mesin.

 

Fuel / Bahan Bakar : Tersedia dalam berbagai macam merk dan kadar Nitro. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi mesin, dan jenis pesawat. Biasanya tangki bahan bakar pesawat, jika diisi penuh, dapat untuk 10...15 menit terbang.

 

 

 

Power Panel : Dapat memuat semua keperluan listrik untuk model engine (Glow Clip, Elec. Starter, Fuel-Pump...etc). Jika memang biaya belum mencukupi, maka kita tidak perlu menggunakan Power Panel, & semuanya yang berhubungan dengan listrik akan dilakukan secara terpisah.

 

Flight Box : Perlengkapan ini cukup penting, mengingat banyaknya barang-barang yang harus dibawa kelapangan pada saat latihan. Didalam Flight Box tersedia semua peralatan lapangan, termasuk obeng, tang, multimeter...etc. Power Panel pada umumnya juga dipasang di samping Flight-Box.

 

 

Adapun dari macamnya jenis pesawat bertenaga mesin, ada beberapa yang "umum" dapat dibeli dipasaran :

*Kiri atas : Adalah pesawat "Trainer", seperti yang telah saya jelaskan diatas, tipe ini adalah jenis pesawat yang sebaiknya digunakan oleh "beginner" karena karakteristik pesawat yang cukup stabil, serta pengendaliannya cukup mudah.


*Kanan atas : Adalah model pesawat lanjutan dengan posisi  sayap dibawah, atau istilahnya "Low-Wing Model" Mempunyai karakteristik yang sangat bagus, berkemampuan untuk terbang akrobatik, tapi memerlukan "pilot" yang berpengalaman (bukan untuk pemula)

*Kiri bawah : Pesawat tipe "Double-Wing", biasanya terbang tidak secepat model "Low-Wing", tapi berkemampuna pula untuk melakukan berbagai macam akrobatik di udara.